Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat
TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Maskapai yang sudah tidak beroperasi Riau Airlines (RAL) diminta transparan soal keberadaan aset yang dimiliki. Perusahaan BUMD itu juga diminta bertanggungjawab penuh terkait penyelesaian pesangon mantan karyawannya.
Demikian ditegaskan anggota DPRD Riau, Masnur kala menjawab rencana koordinasi Komisi A dengan Komisi B, terkait kelanjutan penyelesaian polemik RAL dengan mantan karyawannya.
Menurut Masnur, dengan belum selesainya persoalan pembayaran pesangon kepada mantan karyawannya, RAL harus transparan soal keberadaan aset yang masih bisa disita. Hal itu juga menjawab dari pernyataan PN Pekanbaru yang bertindak sesuai dengan prosedur hukum.
“Saya ingatkan RAL agar serius merealisasikan pembayaran hak normatif karyawan. Terlebih lagi sudah ada keputusan hukum yang jelas. Saya minta RAL jujur apakah masih ada aset. Segera bayarkan hak karyawan, ” ujar Masnur, Jum’at (27/1/2012).
Masnur sendiri mengakui kekecewaannya terkait realisasi dana sebesar Rp 30 miliar yang disuntikan pemerintah daerah lewat APBD Perubahan 2011 silam. Menurutnya, RAL tidak komitmen dengan rencana awal penggunaan anggaran tersebut.
“Justru saya merasa bersalah ketika ikut merekomendasikan anggaran itu. Sebab, awalnya RAL bisa meyakinkan anggaran akan dipakai untuk pembayaran hutang, pembelian pesawat serta pembayaran pesangon.
Namun kenyataannya masalah pesangon sampai sekarang belum selesai, ” ujar politisi Golkar ini.
Menanggapi kenyataan itu, Masnur berharap melalui pertemuan dengan Komisi B, persoalan pesangon karyawan dapat terselesaikan. ” Sudah tepat pertemuan dilanjutkan lewat komisi B. Namun, ingat kami akan terus pantau, ” tegasnya.

